Langsung ke konten utama

Jogja - Day 3

Hai semuanya..
Selamat datang kembali. Oke, kali ini saya mau cerita soal trip Jogja - Day 3.

Agenda hari ini adalah city tour. Jadi kami cuma akan keliling disekitaran tengah kota Jogja. Agak santai, karena saya bisa bangun (sedikit) lebih siang. Setelah packing koper dan check out hotel, saya meluncur ke kosan Tio dengan Gojek.

1st Stop : Taman sari

Jam 8-sekian pagi kami berangkat.
Rencana awal hari ini adalah jelajah museum. Tapi dengan bodohnya kami ngga tau kalau setiap hari senin all museum in Jogja was closed. Oh maaan!

Jadilah kami langsung ke destinasi berikutnya yaitu Taman Sari.

Sedikit info, Taman Sari ini konon katanya merupakan tempat rekreasi dari keluarga kerajaan. Terletak di Komplek Taman Sari, Kraton, Patehan - Jogja, tempat ini dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1758 - 1765. Taman sari ini ada empat bagian, diantaranya :

1. Danau Buatan atau disebut Segaran
2. Adanya di selatan Segaran, namanya Umbul Binangun atau dikenal dengan kolam pemandian keluarga kerajaan
3. Kompleks Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati
4. Bekas jembatan gantung dan sisa dermaga yang terletak timur
Untuk lebih jelasnya kalian bisa cek disini : Taman Sari Yogyakarta

Yang bikin saya agak takjub adalah.. ternyata taman sari cukup ramai pengunjung bahkan di hari senin begini. Ngga kebayang sih kalo weekend ramenya kayak gimana.




2nd Stop : Masjid Kauman

Setelah puas keliling taman sari, saya lanjut sholat dzuhur di Masjid Kauman. Ini masjid favorit saya di Jogja. Arsitektur bangunan induknya itu yang bikin jatuh cinta. Kalau saya perhatikan, bentuknya seperti persegi dengan atap bersusun tiga. Pintu masuknya terbagi dua, utara dan timur.

Di dalam masjid, ada sebuah mimbar bertingkat tiga terbuat dari kayu. Pilar-pilar yang ada di dalam masjid juga semuanya dari kayu. Terus di sisi kiri ada sebuah bangunan kotak mirip sangkar gitu, katanya sih namanya Maskura. Terus serambi masjidnya berbentuk limas persegi panjang terbuka.

Untuk sholat disini ternyata punya aturan sendiri, entah ini aturan dari pihak masjid atau aturan dari budaya atau aturan dari agama memang begitu (maaf saya kurang paham). Sewaktu saya mau sholat dan berbaris dibagian paling depan, ada ibu-ibu yang menegur dan mengatur barisan sholat harus penuh dari shaf paling belakang dulu. Setelah itu, kalau mau buat shaf baru, mulainya harus dari tengah.

3rd Stop : Bale Bebakaran Umbulharjo

Its time to eaaaaaat sodara-sodara. Laper banget saya... soalnya ngga sarapan. Makan siang kali ini Tio merekomendasikan di Bale Bebakaran. Kami cukup berjalan kaki dari Masjid Kauman ke sana, paling sekitar 500 meter. Ngga jauh..

Bale Bebakaran ini merupakan salah satu restaurant yang menyajikan aneka menu spesial bakar, mulai dari ayam bakar, bebek bakar sampai berbagai jenis ikan bakar. Sebagai penambah selera, disini juga menyajikan menu lain seperti seafood, aneka sayur dan olahan jamur.

Tempatnya lumayan sejuk karena dinaungi pohon-pohon besar di sekitaran Alun-alun Utara Jogjakarta. Pengunjung bisa memilih untuk duduk di kursi atau lesehan.. dan saya seperti biasa pilih duduk lesehan, tujuannya biar bisa selonjoran. Kaki awak pegal. Siang itu saya pesan iwak ayam bakar bumbu pedas dan sayur asem plus segelas es teh manis.

Menurut saya, makanan disini enak. Harganya juga murah meriah untuk makanan seenak itu.

Selain di Umbulharjo (tempat saya makan), Bale Bebakaran juga ada di empat tempat berbeda, diantaranya :

Bale Bebakaran Gejayan
Jalan Afandi No. 12, Gang Guru, Catur Tunggal, Depok - Sleman

Bale Bebakaran Sutomo
Jalan Dokter Sutomo No. 19, Bausasran, Danusasran - Danurejan

Bale Bebakaran Nologaten
Jalan Nologaten No. 72 Caturtunggal, Depok - Sleman

Bale Bebakaran UII 
Jalan Kaliurang KM. 14 Tj. Manding, Umbulmartani, Ngemplak - Sleman

4st Stop : Masjid Mataram - Kota Gedhe 

Tau film Surat Yang Tak Dirindukan ?
Nah lokasi syutingnya di masjid mataram kota gedhe ini.
Menurut beberapa sumber yang saya baca, masjid mataram merupakan salah satu yang tertua di jogja. Dan berdasarkan prasasti, masjid mataram dibangun dalam dua tahap.

Tahap pertama dibangun oleh Sultan Agung. Kabarnya bangunan masjid adalah bentuk toleransi Sultan Agung terhadap warga sekitar yang turut serta dalam pembangunan masjid dimana umumnya mereka beragama Hindu dan Budha. Ciri khas Hindu dan Budha terlihat dari gapura masjid yang berbentuk Paduraksa dan tiang masjid yang terbuat dari kayu.

Tahap kedua dibangun oleh Raja Kusunanan Surakarta, Paku Buwono X dengan tiang yang terbuat dari besi.

Memasuki halaman masjid, saya disambut oleh satu pohon beringin besar yang katanya sudah berumur ratusan tahun. Kalau diperhatikan, bentuk bangunan masjid mataram mirip rumah joglo.

Selesai dari masjid mataram, kami niat rehat sejenak ke kedai kopi. Pilihan awalnya mau ke Cafe Ruang Tengah di dekat taman sari, tapi sayangnya Cafe tsb tutup. Akhirnya kami melipir ke Kopi Kulo.

Waktu itu saya pesan Es Kopi Kulo, harga 15.000 dan Es Kopi Hitam, harga 12.000

Untuk jelasnya mungkin bisa cek disini --> Kopi Kulo

Jogja hari itu panas banget, ngga kayak dua hari sebelumnya. Tangan -  Muka yang udah gosong karena main di pantai kemarin, jadi makin gosong. Duh penting banget sih emang pake sunscreen kapanpun dimanapun.

Dan akhirnya saya harus kembali ke Jakarta untuk memulai aktifikas seperti biasanya.

Terima kasih Jogja.
Saya pasti rindu sekali.

Terima kasih sudah baca. Sampai ketemu di tulisan-tulisan saya lainnya.
Chao. ❤

Komentar